RSS

Apakah ini Cinta???

Berbulan-bulan lamanya kami bersama, mengenal satu sama lain. Dia tahu bagaimana sifat aku dan aku pun mengetahui bagaimana sifat dia yang sebenarnya. Perlahan aku pun bisa melupakan kenangan manis bersama Vino.

Saat itu aku mempunyai jabatan sebagai ketua kelas, dan aku mempunyai seorang teman yang diam-diam membenciku. Sebut saja Tony. Masalahnya sih engga penting banget, cuman dia iri sama aku gara-gara aku jadi ketua kelas. Padahal ya.. si Tony itu udah menjabat sebagai keamanan di kelas. Huh.. dasar rakus.
Suatu hari guru gak ada di kelas. Akhirnya saat itu Tony berusaha dengan membuat aku marah. Dan akhirnya kemarahan aku muncul. Segera aku ambil gagang sapu dan aku berjalan ke arah Tony.

“Ton, kamu itu keamanan kelas. Seharusnya kamu memberi contoh yang baik ke anak-anak yang lain supaya engga berisik. Ini malah kamu biang berisiknya. Gimana sih???” ucapku dengan nada marah dan tegas.

“Maksud elo tuh apa sih??? Suka-suka gue lah mau berisik atau engga. Bukan urusan elo juga kan???” balasnya dengan nada yang menjengkelkan.

“Terserah kamu deh Ton. Aku engga peduli. Tapi kalau nanti kamu aku catat di daftar anak yang berisik, aku engga akan tanggung jawab.” ucapku dengan nada mengancam.

“Okey.”

Dengan wajah yang tegang, kepala sedikt merunduk, dan juga keadaan emosi, aku balik ke tempat dudukku. Segera kukerjakan tugas yang diberikan oleh guruku itu.

“Udah sabar aja. Anak-anak disini juga tahu kok gimana sifatnya si Tony. Kamu sabar aja kalo kamu ngeladenin dia. Dia bakalan makin kurang ajar. Emang dasar anaknya aja yang keras kepala.” ucap Dhika menghiburku.

“Iya. Tapi dia itu udah keterlaluan tahu gak. Tiap ada guru dia selalu biang onar di kelas ini. Kali ini kesabaran aku udah habis.” ucapku.

“Ya udah gak usah dipikirin. Lebih baik kamu kerjain tuh soalnya.” balasnya.

Seketika hati aku menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Ucapannya Dibagaikan air yang memadamkan api. Eh… tiba-tiba aku pun menjadi gugup, saat secara tak sengaja telapak tangannya si Dhika berada di atas telapak tanganku. Aku hanya berdiam diri dan tak bergerak sedikit pun. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu. Hatiku beredebar-debar bagaikan deburan ombak di tepi pantai.

“Apakah ini yang dinamakan cinta??? ” pikirku.

Akhirnya segera kuangkat tanganku dan telapak tangannya si Dhika terlepas.

“Duh.. maaf ya!!!. Beneran deh aku engga sengaja.” ucapnya dengan wajah memelas.

“Ya ampun.. gak pa pa lagi. Biasa aja. Lagian kamu gak perlu minta maaf sama aku.” jawabku sambil tersenyum kecil.^_^

Sepulang sekolah aku menemui sahabat semasa aku SD yang kelasnya berbeda denganku. Mereka adalah Shasha, Riri, dan Titi.

“Hoyy.. sombong banget sih udah gak cerita-cerita lagi. Kangen nih… Emang kalian gak kangen ama aku apa?” ucapku dengan nada manja.

“Baru juga seminggu gak ketemu, udah kangen aja. Maklumah artis terkenal, jadinya dikangenin gitu deh. Aha….Ha….ha” balas Titi.

“Ia artis 3diva. Yang kemana-mana slalu betiga-tigaan. Aha…ha…ha..” balasku sambil tertawa.

“Oh gitu… ke sini mau ngapain???? Minta tanda tangan??” jawab Riri.

“Hu…. GeEr. Aku ke sini mau curhat nih.” jawabku.

“Okeh..okeh.. mau curhat apa?” balas Shasha.

Akhirya aku ceritakan semua kejadian yang tadi baru aku alami, termasuk kejadian Dhika yang secara tak sengaja meletakkan telapak tangannya ke atas telapak tanganku.

“Ih nyebelin banget sih si Tony itu. Belum juga setaun kenal udah main benci-bencian aja.” Jawab Riri

“Kalo gitu kamu serahin aja sih jabatan kamu itu ke dia. Lagian juga apa sih untungnya jadi ketua kelas. Gini kan gue jadi ikut-ikutan emosi.” Jawab Titi kesal.

“Yah aku sih maunya begitu. Tapi pas waktu itu aku bilang kalo jabatan aku, aku kasih ke dia. Terus dia gak mau.” balasku kesal.

“Terus soal Dhika, mungkin itu kali yang dinamakan cinta. Tapi jangan sampai kamu pikirin terus tuh kejadian. Bisa-bisa nanti nilai kamu turun loh, gara-gara gak konsentrasi belajar.” jawab Riri.

“Makasih ya sarannya” ucapku.

“Oh ya… Pas waktu kejadian sama Dhika, rasanya gimana?” tanya Titi penasaran.

“Pokoknya gitu deh. Muka jadi merah, salting, gugup, deg-degan dan juga semua perasaan jadi satu.”

“Duh.. jadi pengen ngerasain .” sambung Riri.

“Hush… kamu asal ngomong aja.” jawab Shasha.

“Tau nie… Riri” balas Titi.

“Udah siang nih, pulang yuk!!! Udah lama kalian pada naik angkot. Sekarang naik sepeda kan??” tanyaku.

“iya aku naik sepeda.” jawab Shasha.

“Aku juga.” jawab Titi dan Riri kompak.

Sesampainya di rumah, segera kucari dimana keberadaan kakakku yang ku anggap sudah mengenal yang namanya cinta. Setelah ketemu, ku temui kakakku yang sedang asyik online. Kuceritakan semua kejadian aku dan Dhika di sekolah.

“Ya ampun de.. kamu tuh masih kecil. Belum pantes tahu yang namanya cinta. Lagian anak “kemarin sore” udah main cinta-cintaan. Nanti kakak bilangin mama nih.” tanggapan kakakku sambil tertawa.

“Kakak gak asyik banget sih.” balasku kesal dan segera kutinggalkan kakakku.

Malam hari, setelah selesai mengerjakan PR, aku segera tidur. Aku berdo’a semoga kejadian tadi tidak terulang lagi dan aku dapat melupakan kejadian itu. Kuambil selimut, dan kupasang headset di telingaku. Untungnya malam itu aku dapat tidur dengan nyenyak.
***

Dhika atau Vino???

Umurku kini genap berusia 12 tahun. Kata temanku sahabat kecilku akan bersekolah di Bekasi. Aku hanya bisa berharap untuk bertemu dengan sahabat kecilku itu. Walaupun kemungkinannya sangat kecil. Mungkin aku tidak ingat betul bagaimana wajahnya, tapi aku ingat dengan suara dan tingkah lakunya. Dari meja makan mamaku sudah berteriak memanggil aku untuk segera sarapan. Aku segera bergegas menuruni tangga rumahku seusai berdandan untuk menyambut hari bahagia tersebut.

Kulihat sekolah favoritku itu, sekolah yang aku impikan slama ini. Segera aku masuk kelas dan ku duduki kursi yang masih kosong. Eh…eh..eh.. kulihat ada seseorang yang duduk di sampingku. Ya ampun…. Mimpi apa aku semalam. Kupadangi wajahnya, dan sepertinya aku tidak asing dengan wajah itu.
Takku sangka dia segera memandang ke arahku. Dan aku yakin pasti dia sudah mengenalku. Tiba-tiba dia mengatakan sesesuatu:

“Hai… namaku Dhika” tegurnya

“Iya… namaku Tasya” ucapku

Seketika jantungku berdebar-debar, setelah ia memberikan senyuman manisnya kepadaku. Walaupun kami baru mengenal satu sama lain, tapi aku merasa sudah mengenalnya. Suaranya pun hampir mirip dengan Vino sahabat kecilku itu.

Beberapa bulan kemudian kami menjalin sebuah persahabatan. Sementara itu aku melamun dan ingat akan mencari tahu siapa Dhika sebenarnya. Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku itu setelah Dhika menepuk bahuku dan berkata:

“Kamu kenapa??? Kamu melamun ya? Kalau ada masalah cerita aja?” ucapnya dengan suara yang sangat amat pelan.

“Hmm.. engga kok. Aku engga punya masalah apa-apa” jawabku.

“Ya udah kalau gitu. Tapi nanti kalo kamu punya masalah cerita ya? Siapa tahu aku bisa memberikan solusinya.” balasnya.

“Iya” jawabku.

Sekarang aku bingung aku harus melupakan Vino dan akan berteman slamanya dengan Dhika. Atau aku akan mencari tahu dimana Vino dengan bantuan Dhika. Oh tuhan… tolonglah aku. Tapi kalau dipikir-pikir buat apa aku mencari keberadaan Vino. Lagian juga Vino yang udah niggalin aku. Pasti sekarang dia udah engga inget siapa aku. Bel pulang pun berbunyi, saatnya aku pulang. Kukayuh sepeda kesayanganku itu dengan perlahan.
Setibanya di rumah, aku segera membuka laptopku untuk mengerjakan tugas sekolah. Tepat pukul 4 sore bel rumahku berbunyi, segera aku keluar kamar dan membuka pintu. Tebak siapa yang datang… ternyata si Dhika. Kali ini dia tampan banget.

“Ya ampun… kok jam segini udah datang. Aku kan belum mandi” ulasku dengan wajah yang merah karena tersipu malu.

“Emangnya engga boleh??? Kalo ga boleh, lebih baik aku balik lagi ke rumah” jawabnya.

“Ga apa-apa sih.. ya udah deh masuk gih ke ruang tamu.. Tapi awas ya jangan masuk-masuk ke kamar aku” balasku dengan nada yang tegas.

“Sip..”

Tak lama kemudian aku keluar kamar. Segera ku ambil sepedaku untuk kunaiki ke taman bersamanya dan teman-teman rumahku yang lainnya.
***

kenalin...

hy all...
kenalin nie aku nisa..
aku sekolah di SMPN 5
di ini berisi cerita keseharian aku.
follow yah!!!!